“ Kidung Seribu Duka”

https://assets-a2.kompasiana.com/items/album/2016/10/17/rumahkardus-58042192a623bd4a0ace67da.jpg?t=o&v=760
https://assets-a2.kompasiana.com/items/album/2016/10/17/rumahkardus-58042192a623bd4a0ace67da.jpg?t=o&v=760

 

“ Kidung Seribu Duka”

Oleh Ikromah

Semilir angin sedang berhembus

Menerpa kulit ari

Yang tampak berkerut limau

Awan hitam berarak

Telah siap menghempaskan

Molekul-molekul  yang sangat berat dikandungnya

 

Seorang ibu yang tertunduk..

Terpekur

Menatap gagu

Dua gundukan tanah merah

Menyala…

Basah…

 

Terlintaslah

Sebuah memoar kelam, 02 Oktober 1989

Sebuah tragedi tragis nan pilu

Antara truk tronton dan sebuah sepeda motor butut

Terlindas tak berbelas kasih

 

Telah menelisipkan mata pisau kepedihan..

Padanya yang berkerudung kelu

Telah membetot kuat

Remang- remang kebahagiaan

Yang baru saja, seper sekian menit berlalu

Mengerjap-ngerjap

Buram..

Tanpa kata

 

Ia yang telah sewindu bertahan

Pada ganasnya angin muson ibukota

Yang telah membiarkannya

Bertaut pada gubuk kardus

Membersamai dua permata hidupnya

 

Dan ia kini,

Ibaratnyalah seonggok akar bahar tua

Yang telah aus masanya

Yang tak tahu harus mengambil perlindungan pada apa dan siapa

Karena ialah seorang diri, sebatang kara

 

Tetes-tetes air mata

Merembes, berimpit dengan gerimis sore itu

Tak mau beralih pijak

Tak mau beralih rindu

Rindu yang tak akan pernah berbalas

Seakan- akan alampun bernyanyi sunyi..

Kidung seribu duka..

0Shares

One thought on ““ Kidung Seribu Duka””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *