Inilah Rumah Kami, Surga di Lentera Hati (Sebuah catatan Interview di Panti Asuhan Yatim Piatu)

 

Pentingnya menebar kasih sayang dan kepedulian terhadap anak yatim telah difirmankan Allah SWT dalam sebuah suroh dalam alquran yaitu suroh al-ma’un pada ayat 1-2 yang artinya “ (1) Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (2) Maka itulah orang yang menghardik anak  yatim”. Dan bahkan Nabi kita Muhammad SAW mmenjelaskan melalui hadisnya yang berbunyi  dari Sahl bin Sa’ad RA  dia berkata :Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau SAW, serta agak merenggangkanya keduanya. Betapa mulianya orang-orang yang bisa menyisihhan rezeki bagi anak-anak yatim dan piatu atau keduanya, yang Nabi SAW gambarkan dengan jari telunjuk dan jari tengah yang berdekatan tempatnya, bukan dengan jari yang lain semisal jari kelingking yang jauh dari jari telunjuk.

Pada Rubrik kali ini, penulis akan mengajak para sidang pembaca sekalian untuk mengenal lebih dekat sebuah panti asuhan/ LKSA “Lentera Hati” yang berlokasi di Jalan Mpu Nuryo RT 22/ RW 04 Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Penulis berkesempatan bertemu dengan bapak Sunyono salah sat pengasuh dari panti asuha “Lentera Hati”. Berikut adalah petikan wawancara penulis dengan bapak Sunyono (dengan edikit pengubahan yang diperlukan).

Assalamu’alaikum Bapak boleh diceritakan bagaimana asal mula menggagas adanya panti asuhan ini ?

Wa’alaikumussalam, asal mulanya dari pemilik panti ini yaitu Bapak Herdi Sutoyopada tahun 2011 bertemu dengan 5 orang anak yang terlantar di pinggir jalan di perempatan daerah Demangan. Bapak Herdi kemudian memanggil anak tersebut. Anak-anak tersebut ternyata yatim dan putus sekolah. Kemudian bapak Herdi berinisiatif untuk merawat aak tersebut dengan mengontrak rumah di daerah Demangan, kemudian karena kesibukan beliau meminta saya membantu untuk mengasuh anak-anak.

Subhanallah, berarti bapak ini termasuk pelopor berdirinya panti ini ya pak, kemudian bagaimana bisa memilih lokasi panti dari Demangan ke Dagangan ?

Ceritanya sebenarnya sudah seringkali mendapat tanah wakaf tapi tidak jadi-jadi karena adanya sedikit pergesekan di antara kkeluarga ahli waris, tapi Alhamdulillah tahun 2016 menempati di Sewulan Dagangan ini berkat wakaf dari hamba Allah yang tidak mau disebutkan  namanya dari Kranggan.

Dari tahun 2011 hingga sekarang panti ini sudah mengasuk berapa anak bapak?

Tahun 2011 hingga sekarang asalnya 5 anak sudah bertambah hingga 63 anak dimana 13 anak tinggal dip anti dan 50 yang lain masih tinggal bersama ayah atau ibunya di rumah masing-masing namun masih menginduk dengan panti dan mengikuti segala kegiatan di panti.

 

Bagaimana kegiatan operasional bisa berjalan dengan lancar bapak?

Alhamdulillah banyak donatur yang sukarela memberikan bantuan, kami juga bekerja sama dengan dinsos dan juga tergabung dengan paguyuban panti asuhan di kab. Madiun. Alhamdulillah juga karena dukungan dari warga sekitar banyak juga yang mengirim beras ke panti ini.

Berapa jumlah pengurus di panti ini bapak?

Ada 10 orang yang menjadi pengurus di panti ini

Kegiatan yang terprogram di panti ini apa saja bapak ?

Anak-anak pagi hari di sekolah umum ada yang SD, SMP, atau SMA. Setelah pulang sekolah ada TPQ di panti, ada juga hadroh, bimbingan belajar, dan setiap malam jum’at ada yasinan rutinan. Kemudia setiap setahun sekali anak-anak renang di sun city, banyu biru, dan di umbul di undang oleh pihak penyelenggara tersebut.

Harapan untuk anak-anak yatim yang sedang diasuh bapak ?

Harapannya dari kami supaya anak-anak tidak ada yang putus sekolah, menhantarkan anak-anak bisa berpendidikan yang tinggi hingga kuliah dan anak-anak bisa memperoleh kehidupan yang layak

Harapan untuk siswa-siswi MIN 2 Kota Madiun Bapak?

Semoga anak-anak bisa terus saling menebar kasih sayang dengan sesama, saling peduli dengan sesame karna kita hidup  ini harus bisa mengamalkan hadis nabi “khoirunnas anfa’uhum linnas” sebaik –baik manusia itu yang paling bermanfaat untuk orang lain.

Terimakasih Bapak atas waktu yang telah diberikan, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk berwawancara. Saya akhiri. Wassalamu’alaikum

Iya mbk sama-sama. Wa’alaikumusslam.

Demikianlah hasil wawancara dengan  Bapak Sunyono. Semoga apa-apa yang telah beliau lakukan dapat menginspirasi kita untuk lebih mencintai dan menebar kasih sayang terhadap sesama. Mudah-mudahan kita diberikan Allah keseempatan dan kekuatan untuk bisa membantu sesame.(ikrm)

           

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *