::   62 8000 xxx   min_manisrejo_madiun@yahoo.com
Info Sekolah
Monday, 06 Dec 2021
  • Selamat Datang di Web MIN 2 Kota Madiun

MENGAJAR DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Wednesday, 23 June 2021 Oleh : admin

Mengajar Di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh : Lusy Yuniastuti, S.S.

Wali Kelas 4 MIN 2 Kota Madiun

 

Pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda menghilang.  Berbagai upaya telah dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. Penerapan perilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) menjadi upaya utama untuk menekan angka pasien positif Covid-19. Dengan adanya imbauan jaga jarak atau physical distancing maupun karantina mandiri, membuat banyak orang harus bekerja dan belajar di rumah. Kondisi tersebut yang mengubah banyak perilaku masyarakat, terutama di sektor pendidikan. Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka harus dilaksanakan jarak jauh (online/daring).

Terhitung sejak Maret 2020 hingga sekarang ini, banyak kegiatan sekolah yang harus dilaksanakan dari rumah. Hampir semua aktivitas belajar dan mengajar dilakukan tidak secara tatap muka. Jadi, selama pandemi Covid-19, guru dan siswa harus berinteraksi secara online atau daring. Pembelajaran daring bertujuan agar anak bisa belajar di rumah saja untuk mencegah penyebaran virus corona. Mungkin, tak banyak yang menyangka, sepanjang tahun ini baik guru maupun siswa, harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui daring. Mulai bulan Maret lalu pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah  menginstruksikan untuk melakukan pembelajaran dari rumah (study from home) sebagai salah satu jaga pembatasan pergerakan untuk menekan angka persebaran corona.

Pembelajaran jarak jauh  tersebut sempat menuai reaksi dari banyak pihak, mulai siswa, orang tua murid, hingga guru. Pembelajaran jarak jauh dinilai tidak bisa efektif dan maksimal. Penyampaian materi tanpa tatap muka langsung dianggap masih kurang optimal dan siswa susah menyerap maksud dari pembelajaran yang disampaikan. Terlebih lagi, jika pembelajaran jarak jauh tersebut dilakukan tanpa adanya persiapan yang benar-benar matang menambah kesulitan bagi siswa dalam mencerna dan menyerap materi pembelajaran. Pandemi ini membuat guru, murid dan orang tua murid belajar banyak hal, dalam waktu singkat pembelajaran yang tadinya direncanakan dalam metode tatap muka, tiba – tiba diharuskan menjadi jarak jauh. Tentu bagi yang tidak biasa dan terbiasa akan bingung menghadapi hal ini. Kendala yang sering terjadi berdasarkan pengalaman selama mengajar diantaranya adalah  bahwa murid atau siswa kesulitan konsentrasi belajar daru rumah dan mengeluhkan beratnya penugasan soal dari guru karena materi pembelajaran belum dikuasai sepenuhnya serta kendala jaringan internet pada saat pengerjaan. Sedangkan dari sisi orang tua murid, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak belajar di rumah karena ada tanggung jawab lainnya, karena kesibukan kerja, urusan rumah tangga serta kesulitan orang tua dalam memahami pelajaran dan memotiasi anak saat mendampingi belajar di rumah. Adapun dari sisi guru atau pengajar sendiri juga tidak luput dari masalah, guru kesulitan menyesuaikan materi pembelajaran dan waktu penuntasan kurikulum. Guru kesulitan komunikasi dengan orang tua sebagai mitra di rumah dan selain meteri,  faktor penilaian siswa juga menjadi kendala tersendiri.

Menurut Undang Undang No 14 Tahun 2005 diisampaikan bahwa Guru adalah  tenaga pendidik profesional di bidangnya yang memiliki tugas utama dalam mendidik, mengajar, membimbing, memberi arahan, memberi pelatihan, memberi penilaian, dan mengadakan evaluasi kepada peserta didik yang menempuh pendidikannya sejak usia dini melalui jalur formal pemerintahan berupa Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah. Merujuk hal tersebut tugas dan peran guru di masa pandemi Covid-19 mempunyai tantangan tersendiri. Guru tetap menjadi motor penggerak untuk melakukan pembelajaran meski tidak melalui proses tatap muka. Peran guru di masa pandemi saat ini dituntut melaksanakan banyak peran tambahan, seperti, memastikan tercapainya tujuan pendidikan, mempersiapkan materi dan hasil evaluasi pembelajaran sehingga metode pembelajaran itu dapat efektif diterima dan dipahami murid atau siswa. Guru dituntut harus dapat melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan kepala sekolah dan orang tua siswa untuk mensukseskan proses pendidikan yang berlangsung sesuai program dan arahan dari Pemerintah.

Tidak sedikit siswa atau murid yang mengalami kejenuhan dengan sistem pembelajaran online. Untuk mengatasi kejenuhan siswa tersebut maka diperlukan strategi dan trik dalam melaksanakan metode pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, dimana guru dituntut harus mampu beradaptasi, mempunyai kemampuan berinovasi, memanfaatkan teknologi, penerapan kurikulum yang tepat dalam belajar mengajar serta tidak kalah penting kemampuan mengembangkan knowledge dengan mekanisme digital. Langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain, dimulai dari persiapan administrasi mengajar. Administrasi mengajar harus disesuaikan dengan kebijakan terbaru, seperti kurikulum darurat, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disederhanakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ), Program Guru Penggerak dan sebagainya.

Di era pandemi, guru dituntut mampu melakukan pembelajaran menggunakan aplikasi E-Learning Madrasah  yaitu aplikasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat komputer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet, guru dapat melakukan pembelajaran bersama diwaktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), aplikasi Zoom ataupun media sosial lainnya sebagai sarana pembelajaran sehingga dapat memastikan siswa belajar diwaktu bersamaan meskipun ditempat yang berbeda.

Untuk memudahkan pembelajaran guru dapat membuat tugas di rumah dalam bentuk project atau memanfaatkan aplikasi pembelajaran secara daring dengan diisi konten-konten video pembelajaran yang inovatif, kreatif, bervariatif dan menarik yang dimunculkan sehingga pembelajaran dapat tersampaikan secara lebih optimal. Diharapkan hal ini dapat juga mengurangi tingkat kejenuhan murid atau siswa dalam menerima materi pembelajaran. Guru juga dapat memberikan tugas terukur namun tetap memastikan bahwa tiap hari pembelajaran peserta didik terlaksana tahap demi tahap dari tugas tersebut. Banyak lagi inovasi lainnya yang bisa dilakukan oleh pendidik demi memastikan pembelajaran tetap berjalan dan siswa mendapatkan ilmu sesuai kurikulum yang telah disusun Pemerintah. Kreatifitas guru dalam kegiatan pembelajaran daring yang           menarik dan menyenangkan sangat menentukan besarnya atensi siswa terhadap      kegiatan belajar daring. Sebagai contoh dapat kami sampaikan konten video pembelajaran dalam metode pembelajaran yang telah kami lakukan dalam rangka meningkatkan atensi siswa, dapat dilihat dalam link :  https://www.youtube.com/watch?v=hIJoD3Q9WWg&t=367s

 

Sebagaimana dicontohkan dalam link di atas, dalam menyampaikan materi bahasa Indonesia pada peserta didik tentang Kata Tanya, salah satu cara yang kami aplikasikan adalah dengan menggunakan video pembelajaran. Dalam video pembelajaran ini kami menggunakan media lagu yang berisi tentang Kata Tanya sebagai sarana mempermudah murid atau siswa untuk menghafal dan memahami materi tentang Kata Tanya tersebut dimana pada kesempatan ini kami mengajak murid untuk menghafalkan macam-macam kata tanya dan fungsinya melalui media lagu. Setelah mereka menghafal dan memahami materi tentang kata tanya tersebut, untuk menstimulasi pemikiran peserta didik, kami melanjutkan dengan memberikan penugasan kepada peserta didik untuk membuat 3 (tiga) kalimat tanya berdasarkan gambar sebuah peristiwa yang terdapat dalam video pembelajaran tersebut. Jawaban dari penugasan tersebut kemudian diupload melaui aplikasi E-Learning Madrasah. Diharapkan melalui video pembelajaran yang inovatif dan kreatif diatas dapat terwujud metode pembelajaran yang lebih hidup, menarik, dan kreatif sehingga peserta didik lebih mudah memahami isi materi tetapi tidak merasa jenuh atau boring.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan, prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga bahkan masyarakat secara umum. Dengan demikian, tugas guru dalam memenuhi pelayanan pendidikan selama pandemi Covid-19 tidak hanya persoalan belajar mengajar, melainkan dibutuhkan pertimbangan yang besar terkait kondisi psikososial dan tumbuh kembang peserta didik. Dalam hai ini mental murid atau siswa juga harus mendapatkan perhatian.

Peran guru di tengah pandemi memang kurang disebut sebagai garda terdepan “melawan” Covid-19. Tapi, jangan pernah mengabaikan fungsi dan perannya. Banyak orang menilai guru mempunyai banyak waktu beristirahat semenjak ada kebijakan pemerintah memindahkan proses belajar ke rumah. Guru menerima gaji dan tunjangan tidak sebanding dengan apa yang diberikan ke siswa dan lain sebagainya. Namun justru sebenarnya, masa sekarang guru mempunyai pekerjaan berlipat. Jauh lebih berat dibandingkan mengajar di dalam kelas. Jauh lebih sulit dibandingkan bertatap muka dengan peserta didik di sekolah, seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Pendidik tak mengenal istilah siang atau malam. Benar-benar hari yang menguras pikiran dan waktu, terutama bagi guru yang benar-benar profesional yang tidak mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, guru adalah jawara dan pahlawan dalam dunia pendidikan. Orang hebat menghasilkan beberapa karya berkualitas, tetapi guru yang berkualitas dapat menghasilkan jutaan orang hebat. Semangat terus para guru teruskan karyamu kembangkan inovasimu jayalah generasi bangsamu.

No Comments

Tinggalkan Komentar

 

Archives

Statistik

Categories

Agenda

14
Jul 2021
12
Jul 2021
  1. Maa syaa Alloh.. Alhamdulillah, good job my son.sometimes the heart message cant delivery by words,but he did it. Terimakasih MIN…